Mengenal Besi Wiremesh dan Kegunaannya Untuk Bangunan

Besi Wiremesh

Besi Wiremesh – Besi adalah logam paling banyak kedua dalam kerak Bumi (setelah aluminium) dan lebih banyak besi dibuat dari semua logam lain yang disatukan. Bijih, yang terutama oksida, direduksi menjadi besi dengan karbon (kokas) pada suhu tinggi dalam tanur tinggi. Lebih dari 98% dari ini dikonversi langsung ke baja tanpa diizinkan untuk memadat setelah meninggalkan tungku di mana ia dibuat. Jumlah yang relatif kecil digunakan sebagai besi cor dan besi tempa.

Penggunaan besi

Sebagian kecil besi digunakan sebagai besi cor. Ini adalah sekitar 92% murni dan mengandung beberapa karbon (2-5%) yang membuatnya rapuh, bersama dengan jumlah silikon yang lebih kecil (1-3%), mangan, fosfor dan sulfur, sebagai kotoran. Itu secara tradisional digunakan untuk produk seperti radiator pemanas, perapian, talang, bollards dan tiang lampu.

Namun, karena kerapuhan dan kecenderungannya untuk berkarat, itu telah digantikan oleh bahan lain untuk sebagian besar penggunaan ini, meskipun benda-benda besi cor masih dibuat untuk kualitas estetika mereka. Besi tempa mengandung kurang dari 0,15% karbon dan dibuat dengan mengurangi bijih besi dalam keadaan padat, dan kemudian memalu untuk menghapus terak. Karena bisa ditekuk dan dipalu, digunakan untuk gerbang ‘tradisional’, furnitur taman, dan produk dekoratif lainnya. Ini sekarang kebanyakan terbuat dari baja, dan besi tempa asli tidak lagi diproduksi dalam jumlah berapapun.

Untuk Pembuatan besi wiremesh akan di jelaskan secara rinci disini. Besi dihasilkan oleh pengurangan bijih besi, yang sering merupakan campuran oksida, menggunakan karbon, karbon monoksida, dan hidrogen. Sementara blast furnace adalah proses reduksi yang dominan, teknologi lain muncul yang beroperasi pada skala yang lebih kecil. Ini terkait dengan lokasi di mana ada pasokan gas alam atau batu bara bermutu rendah.

Pembuatan besi memiliki dua tahap, persiapan bahan baku, dan pengurangan oksida besi menjadi besi. Persiapan bahan baku untuk membuatbesi wiremesh. Besi adalah salah satu unsur paling melimpah di Bumi dan bijihnya umumnya mengandung oksigen, silikon, mangan, fosfor dan sulfur. Mineral utama hadir dalam bijih termasuk haematite (Fe 2 O 3 ) dan magnetit (Fe 3 O 4 ). Banyak bijih yang ditambang di Australia, Brasil, Cina, India, Rusia dan Amerika Serikat.

Apa itu Besi Wiremesh?

Besi Wiremesh

Besi Wiremesh adalah besi yang berbentuk menyerupai kawat dan dianyam dalam bentuk lembaran. Khususnya di Indonesia Besi Wiremesh lebih dikenal dengan sebutan kawat atau besi anyaman. Hal tersebut disebabkan bentuknya kotak kotak layaknya seperti kawat anyaman.

Ada 2 jenis dari Besi Wiremesh antara lain :

  • Berbetuk lembaran. Umumnya di pasaran mempunyai ukuran 2,1 meter x 5,4 meter
  • Berbentuk gulungan atau roll. Umumnya mempunyai ukuran lebih lebar yaitu 2,1 meter dan mempunyai panjang mencapai 54 meter

Pada umumnya besi Wiremesh digunakan untuk bahan pondasi memperkuat pengecoran, seperti contohnya pengecoran jalan dan bangunan lainnya. Yang sering dipakai ukuran besi Wiremesh adalah ukuran M8,M9, dan M10 untuk digunakan gedung bertingkat, sedangkan untuk bangunan rumah biasanya memakai ukuran M4, M5 dan M6.

Berapa Harga Besi Wiremesh?

Seiring meningkatnya pembangunan di Dindonesia, masyarakat berbondong bondong ingin membeli besi Wiremesh sebagai bahan material pondasi rumah. Mengingat harga material disetiap kota berbeda beda khususnya besi Wiremesh, saya akan sedikit memberikan gambaran harga besi Wiremesh dibawah ini :

  • M 5 ( 4.5 MM) lembar 176.000
  • M 6 ( 5.2 MM) lembar 244.000
  • M 6 ( 5.6 MM) lembar 282.000
  • M 7 ( 6.5 MM) lembar 366.000
  • M 8 ( 7.2 MM) lembar 462.000
  • M 10 ( 9.5 MM) lembar 801.000
  • M 12 ( 11.5 MM) lembar 1.247.000

Oh iya, harga besi Wiremesh diatas adalah type Non SNI merk BRC. Sekian dan terimakasih 🙂