Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

rumah klasik

Nusa Tenggara Barat atau biasa dimaksud dengan NTB mempunyai banyak ekosistem alam yang begitu mengagumkan. Diluar itu, daerah ini pula mempunyai banyak kekhasan budaya penduduk dan beberapa suku bangsa yang menempati ruang itu seperti suku Sasak, sumbawa dan suku Bima sebagai sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Perkembangan dari peradaban penduduk Nusa Tenggara Barat ikut tampak dari beberapa rumah adat Nusa Tenggara Barat yang dalam uraian kesempatan ini akan kami terangkan sedetailnya buat anda.

Rumah Adat NTB Istana Sumbawa

Contoh rumah klasik adat NTB setelah itu rumah istana Sumbawa yang dibangun dan di kembangkan oleh pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III di Pulau Sumbawa, lebih persisnya di Kota Sumbawa Besar. Rumah adat Nusa Tenggara Barat ini dipakai menjadi tempat tinggal atau rumah raja dan mempunyai manfaat yang lain yaitu untuk menaruh beberapa benda atau artifak yang mempunyai nilai histori di Kabupaten Sumbawa dan tentunya terus menjaga konsep rumah klasik.

Rumah Adat NTB Bale Jajar

Sketsa rumah adat NTB ini adalah hiduan dari suku Sasak dengan ekonomi mulai menengah ke atas. Bentuk dari rumah adat ini hampir sama juga dengan bale tani akan tetapi bedanya terdapat di ruangan dalam bale yang semakin banyak dibanding dengan bale tani. Bale jajar ini memiliki dua dalem bale serta satu serambi atau sesangkok dan mempunyai isyarat dengan adanya yaitu tempat untuk menaruh bahan makanan dan kepentingan rumah tangga. Dan di bagian depan bale jajar mempunyai sekepat dan di bagian belakang yang ditambahkan dengan sekenam.

Rumah Adat NTB Berugaq Sekenam

Berugaq sekenam ikut jadi rumah adat NTB yang mempunyai bentuk hampir sama juga dengan berugaq sekepat, namun bedanya berada di jumlahnya tiang yaitu sekitar enam buah serta ada dibagian belakang rumah. Rumah adat berugaq sekenam ini digunakan menjadi tempat pekerjaan belajar mengajar mengenai tata krama, nilai nilai kebudayaan dan tempat untuk lakukan pertemuan internal keluarga. Bentuk bangunannya begitu simpel yaitu dengan menggunakan atap yang terbuat dari daun kelapa serta tidak dilengkapi dengan dinding dengan enam tiang menjadi penyangga yang sama dengan bale bale saat ini.