Traveling ke Luar Angkasa Menjadi Tren Wisata 2019

Bepergian ketika belajar (The Appren-trip)

Lebih dari separuh alias 56 persen wisatawan global setuju bahwa perjalanan sudah mengajarkan keterampilan nasib yg tidak ternilai, serta tahun berikutnya akan ada impian yg meningkat bagi orang-orang untuk belajar sesuatu yg baru ketika bepergian.

Tahun depan diperkirakan akan ada peningkatan jumlah liburan yg dimaksudkan untuk terlibat dalam kegiatan sukarela alias keterampilan lintas sektoral.

Baca juga : Sewa Suzuki APV di Bali dan Sewa Toyota Avanza di Bali

Hasrat Crave

Pada 2019, kenyamanan akan menjadi barometer untuk menilai inovasi teknologi perjalanan. Sebanyak 57 persen wisatawan juga lebih bersemangat mengenai deteksi bagasi real time melewati software mobile, serta mempunyai satu software untuk semua kebutuhan perencanaan, pemesanan serta perjalanan mereka, bukannya untuk prospek memakai transportasi sendiri di tujuan yg hanya kurang lebih 40 persen.

Hampir sepertiga alias 31 persen wisatawan global juga menyukai gagasan ‘agen perjalanan virtual’ di rumah mereka, semacam memakai fitur yg diaktifkan bunyi untuk menjawab pertanyaan. Satu dari lima orang-orang mengharapkan teknologi semacam realitas tambahan untuk berkenalan dengan tujuan sebelum mereka tiba.

Area yg tidak tersentuh

NASA akan mengawali pembangunan Lunar Space Station pada 2019 (diluncurkan pada 2022) serta kami akan terus melihat investasi besar di luar angkasa. Prospek pariwisata tidak tampak semacam lompatan raksasa lagi. Empat dari sepuluh turis alias kurang lebih 40 persen mengakui bahwa mereka bahagia dengan prospek perjalanan ruang antariksa di masa depan.

Tidak hanya itu, yg paling luar biasa merupakan enam dari sepuluh alias 60 persen wisatawan ingin mencoba nasib di bawah laut. Berbagai hotel serta rumah liburan yg tampaknya mustahil bagi kehidupan akan timbul pada 2019 serta mewujudkan imajinasi kita di depan kita.

Lebih dekat serta pribadi

Sebagai saran eksklusif serta individu terus penting, mereka mengharapkan perjalanan besar serta produsen perjalanan profesional untuk menyediakan mereka dengan teknologi AI sepanjang 2019.

Sepertiga alias kurang lebih 34 persen pelancong juga mengharapkan seseorang alias sesuatu untuk melakukan perjalanan bagi mereka. Sekitar dua per lima alias kurang lebih 41 persen mengharapkan teknologi semacam AI untuk membikin rekomendasi perjalanan berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Bepergian dengan Hati Nurani

2019 merupakan tahun di mana tidak sedikit wisatawan menyadari nilai-nilai sosial. Mereka mempertimbangkan isu-isu sosial, politik serta lingkungan di destinasi potensial sebelum mengambil keputusan. Saat ini, hampir 49 persen wisatawan mencicipi persoalan sosial di tempat tujuan wisata sangat penting ketika memilih tujuan.

Dan kurang lebih 58 persen memilih untuk tidak berangkat ke tempat tujuan apabila mereka mencicipi akibat negatif pada orang-orang yg tinggal di sana.

Plastik Sangat Tidak Aktif

Masalah plastik sekali pakai akan terus menjadi topik hangat, namun pada tahun 2019, persoalan lingkungan akan menjadi perbuatan yg lebih besar. Generasi Millenial serta Gen Z mencari pengalaman berkelanjutan di tempat tujuan mereka, sementara pemasok akomodasi akan menemukan tutorial untuk mengurangi penggunaan plastik.

Sebagian besar turis dunia, kurang lebih 86 persen berkata mereka bersedia menghabiskan waktu untuk kegiatan yg mengimbangi akibat lingkungan dari kunjungan mereka, dengan 37 persen bersedia membersihkan sampah serta plastik dari pantai alias tempat wisata lainnya.

Pengalaman kurasi

Perjalanan dengan pengalaman merupakan salah satu tren perjalanan utama. Sekitar 60 persen wisatawan menilai pengalaman properti, jadi wisatawan akan memilih pengalaman otentik, dari makan, tidur, belanja sampai melihat kompetisi olahraga favorit.

Mereka menekankan pentingnya menciptakan peristiwa yg memberi kita kebahagiaan serta kenyamanan yg tidak terlupakan, bahkan seusai pulang ke rumah.

Pada 2019, dua perlima wisatawan alias kurang lebih 42 persen berencana mengunjungi tempat tujuan yg membikin mereka merasa semacam anak kecil lagi.

Kami akan melihat tidak sedikit hotel alias akomodasi yg meningkatkan sentuhan anak-anak kecil serta imut semacam kolam bola alias kastil yg bergoyang untuk orang-orang dewasa, untuk melayani ribuan tamu serta Gen Z, yg merupakan kelompok paling besar yg melakukan perjalanan untuk memperingati masa kecil mereka.

Memaksimalkan Micro Rides

Lebih dari setengah pelancong dunia (53 persen) berniat untuk melakukan perjalanan lebih tidak sedikit selagi akhir pekan. Ada perjalanan yg lebih terukur, alias perjalanan dengan jadwal perjalanan padat selagi periode waktu yg lebih singkat. Mereka percaya bahwa pengalaman yg tidak terlupakan tidak wajib dilakukan di tempat yg bagus, alias untuk waktu yg lama.