USIA 1—3 TAHUN: SANG PENJELAJAH

Jika di usia bayi, si Kecil sangat bergantung pada orang lain, terutama Ibu Ayah, maka mulai usia setahun, kebergantungannya itu mulai berkurang lantaran kemampuannya yang semakin berkembang. Dari sisi perkembangan motorik kasarnya, kemampuan berjalannya yang semakin baik diikuti dengan kemampuan menaiki dan menuruni tangga, lalu menendang, melompat, berlari, memanjat, dan seterusnya.

Seiring dengan itu, rasa ingin tahunya yang semakin besar membuat anak tertarik dengan segala sesuatu di luar dirinya dan semua objek di sekitarnya. Hal ini mendorongnya untuk menjelajahi lingkungannya sampai ke sudutsudut, merangkak ke kolongkolong, memanjat, dan sebagainya. Kemudian, ketika melihat sesuatu objek yang menarik perhatiannya, dia pun akan mengeksplorasi dengan seluruh indra sensoriknya, yaitu dengan meraba, memegang, memencet, menciumnya, bahkan memasukkannya ke mulut.

 Belum lagi perkembangan berbicaranya yang semakin baik, membuat si Kecil tak bosan-bosannya bertanya, “Ini apa?”, “Itu apa?”, “Kenapa begini”, “Kenapa begitu”, dan sebagainya. Pendeknya, si Kecil yang berusia batita ini ibarat “ilmuwan” cilik yang selalu berusaha memuaskan rasa ingin tahunya terhadap segala hal. Selama rasa ingin tahu si Kecil positif, sebagai orangtua kita wajib mendukungnya. Dari sinilah kecerdasan anak akan terasah.

Hindari terlalu banyak melarang, karena justru akan mematikan rasa ingin tahu dan kreativitasnya, serta membuatnya malas berekspresi. Ujung-ujungnya anak akan sulit berinisiatif lantaran kreativitasnya tidak berkembang. Jadi, sepanjang eksplorasi itu baik dan tak membahayakan dirinya dan juga orang lain, biarkan saja. Lain hal jika si batita ingin melakukan hal yang dapat membahayakan dirinya, tentu kita harus melarang.

Namun, pelarangan itu harus disertai penjelasan mengapa ia tak boleh melakukannya, kemudian berikan alternatif pengganti. Contoh, si Kecil ingin melompat dari atas meja yang cukup tinggi. Nah, jelaskan padanya, “Kalau Adek melompat dari atas meja yang tinggi ini, Adek bisa jatuh dan terkilir. Rasanya sakit, lo.” Kemudian, berikan alternatifnya, yaitu melompat dari sofa yang berukuran rendah, “Nah, kalau dari atas sofa ini, Adek boleh lompat.

Ibu akan jaga Adek.” Kalau perlu alasi lantainya dengan karpet atau kasur tipis. Yang penting, ciptakan lingkungan aman dan nyaman untuk si Kecil bereksplorasi. Barang yang mudah pecah seperti pajangan dari kaca sebaiknya disimpan dahulu. Begitu juga benda tajam, simpan di tempat terkunci. Jangan lupa menutup lubang colokan listrik dan mengamankan bahan-bahan pembersih yang berbahaya. Nah, dengan begitu, si Kecil bisa bebas bereksplorasi.

Para orangtua bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai mendidik anak di situs parenting dan pendidikan anak yang bisa diakses menggunakan internet dimana saja dan kapan saja.