USIA 4—6 TAHUN: SAATNYA SI KECIL BERKARYA

Di usia 4—6 tahun, kemampuan si Kecil sudah berkembang jauh lebih baik. Di usia ini pun anak sudah bersekolah sehingga pergaulannya lebih luas. Kemampuan berimajinasi dan kreativitasnya pun semakin berkembang, tak heran bila si 4—6 tahun senang sekali melakukan sesuatu yang melibatkan imajinasi dan kreativitasnya hingga menghasilkan aneka karya kreatif. Untuk itu, kita wajib mendukung si Kecil dengan memberikan stimulasi yang tepat.

Misalnya, mengajak anak menyusun puzzle, menyusun balok-balok, bermain lipat kertas (origami), menggunting dan menempel, serta lainnya. Berikan mainan-mainan tersebut dan biarkan anak berkreasi. Maksimalkan daya kreativitasnya dengan arahan, kemudian beri kebebasan pada anak untuk melakukannya sesuai imajinasinya.

Ketika anak sedang menyusun baloknya, biarkan saja meski bentuk bangunannya tak beraturan. Begitu pun ketika anak sedang mencoba bermain musik dengan menggunakan sendok dan panci atau botol bekas air mineral. Kita juga bisa menstimulasinya lewat aktivitas sehari-hari di rumah. Misalnya, mengajak anak membuat kue. Kita bisa memintanya mengaduk adonan, menempelkan stroberi di atas kue, menuangkan bubuk cokelat ke atas adonan, juga membentuk kue sesuai keinginannya.

Dari proses ini, banyak hal yang bisa terstimulasi, seperti motorik kasar dan halus, ketangguhan ketika mengaduk, konsentrasi saat menuangkan bubuk cokelat, kreativitas saat membentuk kue, dan sebagainya. Yang penting, bebaskan anak melakukannya asal kita sudah mengarahkan apa saja yang perlu dilakukan anak.

Stimulasi lainnya, kita bisa membacakan cerita, sehingga ia akan menghubungkan apa yang didengar dengan gambar yang dilihat. Kemudian, mengenalkan aneka macam benda, nama-nama hewan, buah, warna, bentuk, dan sebagainya. Mengenalkan aneka huruf dan angka pun bisa kita lakukan, tentu dengan cara yang menyenangkan.

“MOMEN WOW” ANAK!

Jangan lupa berikan penghargaan atau reward kepada anak ketika ia berhasil mencapai tonggak perkembangannya (milestone). Tunjukkan betapa bahagianya kita. Bukankah momen si Kecil melepaskan pegangannya dari kita dan berjalan sendiri tertatih-tatih sangat luar biasa? Ada baiknya, siapkan selalu kamera, sehingga kapan pun anak melakukan “momen wow” seperti itu, kita dapat mengabadikannya.

Bentuk reward tentu saja bermacam-macam, dari sekadar kata pujian, acungan jempol, pelukan hangat, menyediakan peralatan menggambar, membelikan mainan, atau jalan-jalan ke kebun binatang. Contoh, ketika anak berhasil makan sendiri tanpa dibantu, ia boleh mendapatkan es krim kegemarannya. Atau, ketika si 5 tahun berhasil menggambar utuh pertama kali, rayakan “momen wow” ini dengan memberinya seperangkat krayon.

Dengan demikian, anak jadi tambah semangat untuk meraih “momen wow” lainnya. Sesuai makna reward itu sendiri, anak akan merasa dihargai sehingga kepercayaan dirinya semakin kuat. Rasa percaya diri ini sangat mendukung pembentukan kreativitas nya, inisiatifnya, keberaniannya berpendapat, dan kemandiriannya. Namun, semua itu tidak mungkin terjadi tanpa nutrisi tepat yang mendukung kesehatan ­ sik dan otak anak. Nah, apa saja nutrisi yang tepat? Silakan Ibu Ayah baca halaman berikutnya.

Untuk menjaga kesehatan disaat sedang hamil, Ibu hendaknya bisa membaca berbagai informasi di portal gaya hidup sehat yang ada diinternet.